10 Kerusakan Lingkungan Hidup dan Faktor Penyebabnya

Pencemaran lingkungan terbagi menjadi beberapa macam: pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. Pencemaran-pencemaran tersebut akan membuahkan dampak negative pada kita. Dampak/ akibat adanya pencemaran antara lain: adanya tanah kritis, penyimpangan iklim, hujan asam, dan menipisnya lapisan ozon pada atmosphere bumi.

Karena begitu banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan alam, maka dari itu kita sebagai generasi muda wajib mencegah dan menjaga lingkungan hidup kita demi kita sendiri dan generasi-generasi setelah kita. Cara menjaga lingkungan yang baik yaitu dengan cara menggunakan/memanfaatkan SDA dengan smart dan bijak tanpa harus mengeksploitasinya secara berlebihan.

Dan untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan, sebaiknya kita regenerasi kembali unsur-unsur alam yang mampu merecovery kerusakan alam yang sudah terjadi sebelumnya. Mulai dari sekarang mari kita manfaatkan lingkungan secara baik dan benar serta tetap berwawasan lingkungan.

Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia.

A. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam dan akibat manusia

Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam

yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain meliputi hal-hal berikut ini.

1. Letusan Gunung Api

Letusan gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan gempa vulkanik.

Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat meningkatkan kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu vulkanis yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini menyebabkan tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga lambat laun akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat kembali normal. Lama tidaknya waktu untuk kembali ke

kondisi normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Akan tetapi, setelah kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah.

2. GempBumi

Gempa bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin besar kekuatan gempa, maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur, struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya. Jika kekuatan gempa bumi melanda lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah kalian dengan peristiwa tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun 2004 yang lalu? Contoh peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember

2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter. Peristiwa tersebut merupakan gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa. Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala richter.

3. Banjir

Banjir merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai. Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia. Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo.

4. Tanah anah Longsor

Karakteristik tanah longsor hampir sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya melanda beberapa wilayah Indonesia yang

memiliki topografi agak miring atau berlereng curam. Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pernah melanda daerah Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007

5. Badai/AnginTopan

Angin topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa belahan dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini pada umumnya merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

6. KemarauPanjang

Bencana alam ini merupakan kebalikan dari bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti mengeringnya sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan, dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk.

Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini.

7. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan

mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.

Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres.

8. Degradasi Lahan

Degradasi lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan.

Ø Lahan kritis dapat terjadi karena praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang besar-besaran.

Ø Rusaknya ekosistem laut terjadi karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu daerah dapat berkurang.

Ø Kerusakan hutan pada umumnya terjadi karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran, kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor.

9. Perburuan Liar

Salah satu penyebab rusaknya ekosistem di Indonesia adalah perburuan liar yang dilakukan secara membabi-buta. Hal ini akan menyebabkan putusnya rantai makanan yang berdampak kepada terjadinya ketidakseimbangan alam. Tingkat perburuan liar di Indonesia terbilang tinggi, penyebabnya ada karena untuk kehidupan dan ada juga karena motif ekonomi. Hewan-hewan yang menjadi sasaran perburuan liar antara lain penyu hijau, trenggiling, orang utan, dan lain-lain.

10. Membuang Sampah Tidak Pada Tempatnya

Membuang sampah tidak pada tempatnya adalah perilaku yang buruk dan tidak pantas untuk ditiru. Karena hal tersebut tidak hanya membuat lingkungan kita menjadi kotor tetapi bisa membuat kerusakan lingkungan hidup. Sampah-sampah (terutama sampah plastik dan sampah anorganik) yang tertimbun didalam tanah susah sekali untuk diurai dan hal itu tentu mengurangi tingkat kesuburan tanah.

UPAYA-UPAYA PENANGGULANGAN KERUSAKAN LINGKUNGAN

1. Penanggulangan gunung api meletus

Indonesia terletak pada rangkaian pegunungan muda sehingga terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Gunung berapi tidak hanya mendatangkan bencana, namun juga bisa mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Misalnya, abu vulkanik bisa menyuburkan tanah pertanian serta material letusan sebagai bahan bangunan, seperti pasir, kerikil, dan batu.

Gunung berapi bisa menjadi sahabat jika kita mampu memanfaatkan dengan arif dan bijaksana serta mengenalnya dengan baik. Agar gunung meletus tidak menimbulkan banyak korban maka perlu dilakukan usaha – usaha pengenalan dan penanggulangan bencana. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

A. Sebelum Terjadi Letusan

Tindakan yang harus dilakukan oleh pihak berwenang / pemerintah sebelum terjadi letusan adalah sebagai berikut.

Ø Pemantauan dan pengamatan kegiatan pada gunung api yang sedang aktif

Ø Pembuatan dan penyediaan peta kawasan rawan bencana letusan gunung api, peta zona risiko bahaya gunung api, serta peta pendukung lainnya, seperti peta geologi gunung api

Ø Membuat langkah – langkah prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunung api.

Ø Melakukan bimbingan dan penyebarluasan informasi gunung api kepada masyarakat.

Ø Penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika, dan geokimia di gunung api.

Ø Peningkatan sumber daya manusia dan pendukungnya, seperti peningkatan sarana dan prasarana.

Tindakan yang harus dilakukan oleh individu / masyarakat sebelum terjadi letusan adalah sebagai berikut.

Ø Mengenali daerah setempat yang dapat dijadikan tempat mengungsi

Ø Memantau dan mendengarkan informasi tentang status gunung api

Ø Mengikuti bimbingan dan penyuluhan dari pihak yang bertanggung jawab.

Ø Memiliki persediaan kebutuhan – kebutuhan dasar, seperti obat – obatan dan makanan yang memadai.

Ø Mengikuti arahan evakuasi pihak berwenang.

Ø Membawa barang – barang yang berharga, terutama dokumen dan surat penting.

B. Saat Terjadi Letusan Gunung Api

Tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah / pihak berwenang saat terjadi letusan adalah sebagai berikut :

Ø Membentuk tim gerak cepat.

Ø Meningkatkan pemantauan dan pengamatan yang didukung dengan penambahan peralatan yang lebih memadai.

Ø Meningkatkan pelaporan tingkat kegiatan menurut alur dan frekuensi pelaporan sesuai dengan kebutuhan.

Ø Memberikan rekomendasi kepada pemerintah setempat sesuai prosedur.

Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu / masyarakat saat terjadi letusan adalah sebagai berikut.

Ø Jika ada evakuasi, pastikan tidak kembali ke kediaman sampai keadaan sudah dipastikan aman.

Ø Hindari daerah rawan bencana, seperti lereng gunung, lembah, dan daerah aliran lahar.

Ø Ketika melihat lahar atau benda lain yang mendekati rumah, segera selamatkan diri dan cari perlindungan terdekat.

Ø Lindungi diri dari debu dan awan panas.

Ø Pakailah kacamata pelindung.

Ø Pakailah masker kain untuk menutup mulut dan hidung.

C. Setelah Terjadi Letusan

Tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah / pihak berwenang setelah terjadi letusan adalah sebagai berikut.

Ø Menginventarisasi data, yang mencakup sebaran dan volume hasil letusan.

Ø Mengidentifikasi daerah yang terkena dan terancam bahaya.

Ø Memberikan sarana penanggulangan bahaya.

Ø Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak.

Ø Menurunkan status tingkat kegiatan.

Ø Melanjutkan pemantauan rutin, meskipun keadaan sudah menurun.

Ø Memberikan sarana penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang.

Ø Membangun kembali bangunan, sarana, dan fasilitas lainnya yang terkena bencana.

Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu / masyarakat setelah terjadi letusan adalah sebagai berikut.

Ø Mengikuti informasi perkembangan status gunung api.

Ø Apabila sudah dianggap aman dan dapat kembali, periksalah rumah dan barang lain yang ada.

Ø Menghubungi dan mengecek saudara dan kerabat yang lain.

Ø Bersama dengan warga dan pemerintah bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sarana – sarana yang masih dapat dimanfaatkan.

Ø Jauhi daerah yang terkena hujan abu.

Ø Membantu tim medis menolong para korban

2. Penanggulangan gempa bumi

Indonesia merupakan bagian dunia yang mempunyai kondisi tektonik yang sangat aktif, hal ini menyebabkan tingkat kegempaan yang tinggi. Beberapa sesar (patahan) aktif yang terkenal di Indonesia adalah sesar Sumatra, sesar Cimandiri di Jawa Barat, sesar Palu – Koro di Sulawesi, sesar naik Flores, sesar naik Wetar, dan sesar geser Sorong. Keaktifan setiap sesar ditandai dengan terjadinya gempa. Gempa dangkal (kedalaman 0 – 50 km) yang terjadi pada periode 1900 – 1995 dengan 5,5 skala Richter atau lebih membuktikan bahwa beberapa lokasi merupakan daerah aktif gempa di Indonesia.

Oleh karena kita tinggal di daerah yang rawan gempa, kita harus memahami cara – cara penanganan bencana ini, yang dapat dilakukan dengan usaha – usaha sebagai berikut.

A. Sebelum Terjadi Gempa

Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu / masyarakat sebelum terjadi gempa adalah sebagai berikut.

Ø Pastikan kita mengetahui jalan yang paling aman untuk meninggalkan rumah jika terjadi gempa.

Ø Tentukan tempat yang aman untuk bertemu dengan anggota keluarga jika terjadi gempa.

Ø Periksa apakah rumah kokoh pondasinya.

Ø Letakkan barang yang besar dan berat di bagian bawah.

Ø Simpanlah barang pecah belah di bagian bawah rak yang dapat dikunci.

Ø Segera perbaiki kabel – kabel yang rusak.

B. Saat Terjadi Gempa

Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu / masyarakat saat terjadi gempa adalah sebagai berikut.

Ø Utamakan keselamatan diri, bukan barang.

Ø Lari secepat mungkin keluar ruangan atau rumah.

Ø Carilah tanah lapang.

Ø Jika tidak mungkin untuk melarikan diri dari dalam bangunan, carilah meja atau benda lain yang kuat yang dapat dipakai untuk berlindung.

Ø Jauhi jendela kaca, kompor, atau peralatan rumah yang mungkin akan jatuh.

Ø Jika kamu berada di pegunungan, waspadalah terhadap runtuhan batu dan tanah longsor.

Ø Jika kamu berada di pantai, segeralah berlari ke daerah yang agak tinggi karena gempa di dasar laut dapat menyebabkan tsunami.

Ø Waspadalah akan kemungkinan gempa susulan.

Ø Berdoa, Mohon perlindungan dari Sang pencipta.

C. Setelah Terjadi Gempa Bumi

Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu / masyarakat setelah terjadi gempa adalah sebagai berikut.

Ø Jauhi bangunan yang rusak atau pohon yang miring.

Ø Jauhi kabel atau instalasi listrik lainnya.

Ø Periksa dan tolong diri sendiri, kemudian menolong orang terdekat yang memerlukan bantuan.

Ø Hubungi serta cek keluarga dan sanak keluarga.

Ø Hubungi pihak – pihak yang dapat memberikan pertolongan.

3. Penanggulangan banjir

A. Tindakan sebelum terjadi banjir

Sebelum terjadi bencana kita harus sudah bisa memilih dan menentukan beberapa lokasi yang bisa kita jadikan sebagai tempat penampungan jika terjadi bencana.

1. Melatih diri dan anggota keluarga hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana banjir.

2. Mendiskusikan dengan semua anggota keluarga tempat di mana anggota keluarga akan berkumpul usai bencana terjadi.

3. Mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi keperluan yang dibutuhkan seperti: Makanan kering seperti biskuit, air minum, kotak kecil berisi obat-obatan penting, lampu senter dan baterai cadangan, Lilin dan korek api, kain sarung, satu pasang pakaian dan jas hujan, surat berharga, fotokopi tanda pengenal yang dimasukkan kantong plastik, serta nomor-nomor telepon penting.

4. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko banjir:

5. Buat sumur resapan bila memungkinkan.

B. Tindakan Saat Terjadi Banjir

1. Jangan panik.

2. Pada saat terjadi bencana banjir, warga yang berada di daerah rawan bencana banjir diminta memantau perkembangan cuaca, bila hujan terus terjadi tidak henti-hentinya, diimbau waspada dan berhati- hati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Pada saat dan setelah bencana terjadi, berbagai aktivitas kesehatan harus dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan para korban serta mencegah memburuknya derajat kesehatan masyarakat yang terkena bencana. Pada tahapan tanggap darurat, energi yang cukup besar biasanya dicurahkan untuk evakuasi korban.

4. Ketika melihat air datang, Jauhi secepat mungkin daerah banjir. segera selamatkan diri dengan berlari secepat mungkin menuju tempat yang tinggi.

5. Apabila kamu terjebak dalam rumah atau bangunan, raih benda yang bisa mengapung sebisanya.

C. Tindakan Sesudah Terjadinya Banjir

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan sesudah terjadi bencana antara lain:

1. Pemberian bantuan misalnya tempat perlindungan darurat bagi mereka yang kehilangan tempat tinggalnya.

2. Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah.

3. Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali.

4. Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah(SPAL).

5. Pemberian bantuan yang meliputi kesehatan lingkungan, dan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan serta distribusi logistik kesehatan dan bahan makanan

4. Penanggulangan tanah longsor

A. Sebelum Bencana Alam Tanah Longsor

Sebelum bencana alam tanah longsor terjadi, lakukanlah hal-hal berikut ini:
Hindari membangun rumah, perkantoran, pabrik, dll di kawasan yang memiliki kemiringan lereng terjal.
Rencanakan sarana komunikasi dengan sesama anggota keluarga baik itu menyedian HP, WT, HT dan saranan komunikasi lainnya.
Tentukan tempat yang aman untuk berkumpul apabila bencana alam tanah longsor terjadi.
Siapkan perlengkapan darurat dalam Tas Siaga Bencana.
Melakukan Town Watching atau berkeliling tempat anda tinggal dan mengamati kawasan-kawasan yang berbahaya dan kawasan-kawasan yang aman apabilan bencana alam tanah longsor terjadi.
Perkuat tebing di kawasan anda tinggal dengan retaining wall atau metode penguatan tebing lainnya.
Kenali tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor.

B. Ketika Bencana Alam Tanah Longsor

Apabila anda sudah melakukan beberapa tips di atas dan bencana alam tanah longsor tidak dapat dihindari, maka ketika terjadi bencana alam tanah longsor, lakukan hal-hal berikut ini:
Ketika musim penghujan tiba, tetaplah terjaga karena banyak korban tanah longsor yang terjadi pada malam hari karena mereka tertidur. Usahakan membuat jadwal piket selama musim penghujan.
Dengarkan informasi terkini dari radio, jadi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor harus memiliki radio baterai.
Segera menuju ke tempat evakuasi yang telah anda rencanakan sebelumnya
Hindari kawasan-kawasan lebah sungai.

C. Setelah Bencana Alam Tanah Longsor

Setelah bencana alam tanah longsor terjadi, berikut ini hal-hal yang harus anda lakukan:
Tetap menjauh dari kawasan bekas tanah longsor.
Mendengarkan informasi melalui radio untuk mendapat kondisi terkini tentang kejadian bencana alam tanah longsor yang melanda kawasan anda.
Lakukan pertolongan kepada orang lain yang menjadi korban bencana alam tanah longsor.
Apabila anda melihat kawasan-kawasan yang rusak parah seperti jalan dan jembatan yang putus, segera laporkan kepada pihak yang berwenang. Informasi anda sangat bermanfaat dalam tindakan penyaluran bantuan dan pihak terkait bisa memikirkan jalur alternatif.

5. Penangulangan badai topan

A. Sebelum Datangnya Angin

Ø Dengar dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini cuaca setempat

Ø Waspadalah terhadap perubahan cuaca

Ø Waspadalah terhadap angin topan yang mendekat.

Ø Waspadalah terhadap tanda tanda bahaya sebagai berikut:

Ø Langit gelap, sering berwarna kehijauan.

Ø Hujan es dengan butiran besar

Ø Awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar

Ø Suara keras seperti bunyi kereta api cepat

Ø Bersiaplah untuk ke tempat perlindungan ( bunker ) bila ada angin topan mendekat.

B. Saat Datangnya Angin

Ø Bila dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan (bunker)

Ø Jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah, rumah

Ø Jika anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan tinggalkan kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat seperti yang telah disebutkan di atas.

C. Jika Anda Berada Di Luar Ruangan Dan Jauh Dari Tempat Perlindungan,

maka yang anda harus lakukan adalah sebagai berikut:

Ø Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan anda.

Ø Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya. Anda akan lebih aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah.

Ø Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat atau yang bangunannya banyak. Segera tinggalkan kendaraan anda untuk mencari tempat perlindungan terdekat.

Ø Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung. Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.

6. Penanggulangan kemarau panjang

A. Cara mengatasi kekeringan dengan embung

Cara mengatasi kekeringan yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan membuat embung alias penampung air hujan. Nantinya, embung ini dapat digunakan sebagai penyedia air ketika musim kemarau panjang tiba. Embung ini dapat membantu untuk mengairi tanaman-tanaman yang ‘terjebak’ ketika musim kemarau tiba, sehingga tanaman-tanaman tersebut tidak akan mati karena kekurangan air.

B. Cara mengatasi kekeringan dengan memelihara waduk

Selanjutnya, ketika musim kemarau banyak sumber air yang mengalami kekeringan. Misalnya, waduk. Untuk mengatasi hal tersebut maka cara mengatasi kekeringan yang dapat dilakukan adalah dengan mencegah waduk mengalami pendangkalan.

C. Cara mengatasi kekeringan dengan penghijauan

Jangan lupa juga untuk selalu melakukan penghijauan. Ini merupakan cara mengatasi kekeringan yang paling klasik tapi tidak boleh dilewatkan. Penghijauan sebaiknya di lakukan di daerah hulu disertai dengan pengurangan konversi lahan di daerah hulu. Konversi lahan ini mampu mengurangi kemampuan lahan dalam menyerap air hujan.

7. Penanggulangan pencemaran lingkungan

Langkah penanggulangan

Apabila pencemaran telah terjadi, maka perlu dilakukan penanggulangan terhadap pencemara tersebut. Tindakan penanggulangan pada prinsipnya mengurangi bahan pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Tanah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tanah subur adalah tanah yang dapat ditanami dan terdapat mikroorganisme yang bermanfaat serta tidak punahnya hewan tanah. Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya adalah :

1. Remidiasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yangtercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

2. Bioremediasi

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracunatau tidak beracun (karbon dioksida dan air).

8. Penanggulangan degradasi lahan

CARA PENANGGULANGAN DEGRADASI LAHAN

Ø Membuat terasiring.

Ø Lahan yang tidak cocok untuk pertanian harus diubah menjadi hutan.

Ø Mengindari penyiangan yang bersih diantara tanaman keras.

Ø Melakukan reboisasi.

Ø Tidak membakar hutan saat musim kemarau.

Ø Mengurangi kegiatan pembakaran hutan untuk kawasan industry dan pemukiman

Ø Menjaga kawasan taman kota.

9. Penanggulangan pemburuan liar

Ø Melarang perburuan liar DAN

Ø Membangun cagar alam

Ø Membudidayakan hewan dan tumbuhan langka

Ø Reboisasi

10. Penanggulangan membuang sampah sembarangan

Cara menanggulangi sampah ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain :

Ø Replace ( Mengganti )

Yaitu mengganti barang-barang yang tidak tahan lama dan bisa menghasilkan banyak sampah dengan bahan yang awet dan menghasilkan hanya sedikit sampah. Misalnya gelas kaca. Untuk mengurangi sampah dan barang menjadi tahan lama, Gelas kaca bisa kita ganti dengan gelas plastik yang tidak mudah pecah.

Ø Reuse ( Memakai Kembali )

Yaitu memanfaatkan kembali barang yang telah terpakai untuk membuat barang lain yang bermanfaat. Misalnya kerajinan tangan, dan mainan.

Ø Reduce ( Mengurangi )

Yaitu dengan mengurangi pemakaian barang agar sampah yang dihasilkan akan berkurang juga.

Ø Reycle ( Mendaur Ulang )

Yaitu mengolah sampah menjadi barang baru yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *