Jalur Utama Sangasanga-Muara Jawa Putus Akibat Longsor, Jalan Perkampungan Jadi Alternatif

SANGASANGA – Kepolisian bersama instansi terkait siaga di sekitar lokasi tanah longsor, Jalan Kawasan, RT 9, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara.

Longsor yang diduga akibat dari aktivitas pertambangan batu bara itu berakibat putusnya jalur utama penghubung Sangasanga – Muara Jawa.

Akibat longsor, terdapat sedikitnya lima bangungan rumah tertimbun tanah dan beberapa rumah lainnya terdampak.

Hingga pukul 18.00 Wita, tanah diduga terus bergerak, yang membuat petugas semakin memperluas area pengamanan.

Diperkirakan putusnya jalur utama itu sekira 20-50 meter, dan terus melebar http://viagra-onlinetop.com/ akibat tanah yang terus mengalami pergeseran.

Kendati jalur utama putus, namun terdapat jalur alternatif yang dapat dilalui warga, yakni dengan melintasi jalur perkampungan yang terdapat di Kelurahan Pendingin.

“Ada jalur alternatif, melintasi jalan kampung,” ucap Kapolsek Sanga sanga, Iptu M Afnan, Kamis (29/11/2018).

Lanjut dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tidak mendapati adanya laporan dari warga mengenai orang hilang terkait dengan kejadian longsor tersebut.

“Hanya kerugian material saja, bangunan rumah warga tertimbun tanah. Untuk korban jiwa tidak ada, kita belum dapati laporan orang hilang,” jelasnya.

Hingga pukul 18.17 Wita, warga tampak masih memenuhi sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian telah mengungsi ke tempat yang aman.

Camat Sangasanga, Gunawan, menjelaskan, jarak antara lokasi pertambangan dengan kawasan permukiman warga berjarak kurang dari 100 meter.

Bahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Dinas PU Kaltim guna mengambil langkah perbaikan maupun kebijakan lainnya.

“Sekitar 100 meter jaraknya. Kita sudah melapor ke PU, besok rencananya mau meninjau ke lokasi,” jelasnya.

Pemerintah Kecamatan juga akan membuka posko pengungsian untuk warga yang rumahnya terdampak.

Informasi yang diperoleh, saat ini warga yang rumahnya terdampak tinggal sementara di rumah keluarga terdekatnya.

“Kita nanti buka posko pengungsian. Untuk jalur alternatif jaraknya sekitar 1 kilometer dapat dilalui warga,” jelasnya. (*)

 

Sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2018/11/29/jalur-utama-sangasanga-muara-jawa-putus-akibat-longsor-jalan-perkampungan-jadi-alternatif?page=all.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *