PARAH..!! Tambang Ilegal Masih Ada di Tahura, Empat Orang dan Satu Ekskavator Diamankan

BARANG BUKTI: Alat berat yang diamankan petugas dalam operasi gabungan di Tahura Bukit Soeharto kemarin. (kaltim.prokal.co)

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Maraknya dugaan aktivitas tambang ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), jadi perhatian instansi terkait. Pihak UPTD Tahura Bukit Soeharto bersama sejumlah instansi menggelar operasi gabungan di kawasan hutan lindung tersebut kemarin (19/12/2018).

Awak Kaltim Post merekam detik-detik operasi yang dilakukan sejumlah aparat tersebut. Tampak para pejabat UPTD Tahura. Di  antaranya, Kepala Resort II UPTD Tahura Iriansyah dan Kasi Perlindungan Hutan Ghazali Rahman.

Hadir pula Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa, Kanit Reskrim Polsek Samboja Ipda Hadi Sucipto, perwakilan Polisi Militer (PM) Kodam Mulawarman dan anggota operasi Seksi Wilayah II Balai Gakkum KLHK Samarinda.

Sebelum dilakukan operasi, Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto Rusmadi mengatakan, operasi yang digelar kali ini merupakan wujud upaya penindakan yang dilakukan atas segala aktivitas terlarang di dalam kawasan hutan. Sehingga, tidak hanya berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal.

Pihaknya juga memasang papan larangan untuk beraktivitas di kawasan-kawasan terlarang tersebut. “Kalau ada, langsung tangkap saja. Makanya kita melibatkan sejumlah instansi lain seperti kepolisian, Balai Gakkum, dan PM Kodam Mulawarman,” ujar Rusmadi.

Dalam operasi tersebut, tim pertama kali bergerak menuju Resort I UPTD Tahura di Kilometer 45, jalan poros Balikpapan-Samarinda. Setelah melakukan koordinasi, petugas langsung mendatangi sejumlah lokasi yang dikabarkan terdapat aktivitas terlarang di kawasan Tahura di Kecamatan Samboja.

Sekitar pukul 11.00 Wita, petugas mendatangi lokasi di Desa Sungai Seluang di belakang RSUD Aji Batara Dewa Sakti (Abadi). Di sekitar lokasi ada sejumlah tumpukan batu bara di lokasi yang tak beraturan. Namun, petugas yang melakukan pengambilan titik koordinat menyebut kawasan tersebut tidak masuk kawasan hutan.

Selanjutnya, tim bergerak ke Kelurahan Margomulyo. Dari sejumlah lokasi yang disisir, ternyata terdapat bekas lintasan alat berat yang diperkirakan baru melintas. Petugas polhut pun langsung mengitari lokasi yang dicurigai sebagai titik lintasan alat berat.

Petugas akhirnya melihat alat berat berupa ekskavator yang sedang beraktivitas di kawasan tersebut. Tiga di antaranya, yaitu Wa (42), Ah (21), dan Mf (19) merupakan warga Balikpapan. Sedangkan satu lagi berinisial As (30), warga Kecamatan Samboja. Saat diamankan, ekskavator tersebut sedang beraktivitas melakukan pematangan lahan.

Saat ditanya petugas, Wa mengaku pihaknya hanya merupakan operator serta mekanik alat berat. Sedangkan koordinator kegiatan adalah seseorang berinisial Pr. “Kami cuma disuruh menanam bibit buah sirsak di sana. Katanya ada proyek kegiatan reklamasi. Selebihnya kami tidak tahu. Tidak ada penggalian, cuma meratakan tanah saja,” ujar Wa.

Sementara itu, Pr saat ditemui di Mako Polsub Sektor Kuala Samboja masih menolak berkomentar. “Nanti saja,” ujarnya singkat. Terpisah, Kasi Perlindungan Hutan UPTD Tahura Ghazali mengatakan, temuan kali ini masih dalam proses lebih lanjut. Terkait aktivitas di lokasi, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut berkaitan dengan penambangan ilegal.

Namun, lantaran aktivitas tersebut berada di kawasan Tahura, tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. “Masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena ini juga masuk kawasan Tahura yang menjadi pengawasan kami,” ujar Ghazali.

Menurut dia, lokasi yang menjadi tempat diamankannya empat warga tersebut merupakan bekas konsesi tambang CV Tuah Bumi Etam (TBE). Namun, TBE sudah tidak lagi beroperasi karena izinnya telah berakhir.

 

Sumber: http://kaltim.prokal.co/read/news/348165-parah-tambang-ilegal-masih-ada-di-tahura-empat-orang-dan-satu-ekskavator-diamankan.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *