Area dengan Nilai Konservasi Tinggi pada Kawasan Perkebunan Perlu Dilindungi

SAMARINDA – Terdapat sekitar 3,2 juta hektare kawasan perkebunan di Kalimantan Timur berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kalimantan Timur. Dan dari 3,2 juta hektare tersebut terdapat area yang memiliki nilai konservasi tinggi (NKT).

Untuk mencegah agar pembukaan lahan untuk kawasan perkebunan tidak menjadi ancaman bagi kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi, maka Lembaga Prakarsa Borneo bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) dan Universitas Amsterdam, dengan dukungan International Development Law Organisation (IDLO), melalui program Towards Inclusive Natural Resources Management In Indonesia (Tiram), menggelar kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) http://genericviagra-online.net/ di Hotel Midtown, Samarinda, Selasa (22/1/2019).

Kegiatan ini dihadiri Dinas Kehutanan, Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi, masyarakat adat, akademisi, mahasiswa, dan LAM. Direktur Prakarsa Borneo, Muhamad Muhdar menegaskan pentingnya menjaga kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi (High Conservation Value). Ia mengatakan, area dengan nilai konservasi tinggi merupakan lahan yang memiliki nilai biologis, ekologis, sosial atau kultural yang sangat penting baik untuk tingkat daerah maupun global. “Ciri-cirinya, area tersebut masuk dalam kategori kawasan lindung sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan,” kata Muhdar.

Lebih jauh Muhdar menjelaskan, ciri-ciri kawasan dengan nilai konservasi tinggi antara lain: adalah kawasan ekositem esensial yang tidak sesuai untuk pengembangan perkebunan; kawasan hutan alam primer yang keberadaannya penting dalam sistem hidrologi dan koservasi tanah; kawasan pelestarian keanekaragaman hayati; kawasan konservasi terhadap sumber dan kualitas air; serta kawasan dengan potensi erosi tinggi. “Jelas kawasan dengan nilai konservasi tinggi ini harus dijaga agar generasi saat ini dan generasi mendatang bisa menikmatinya,” kata Muhdar.

Karena itu, lanjutnya, Prakasa Borneo melalui Program Towards Inclusive Natural Resources Management In Indonesia (Tiram) menggelar diskusi kelompok terarah untuk memberikan kontribusi pemikiran pada pemerintah daerah untuk dapat menjalankan Perda Nomor 7 Tahun 2018. “Perda ini tentang Perkebunan Berkelanjutan yang mengatur beberapa hal terkait dengan perlindungan terhadap kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi,” katanya.

Muhdar beraharap diskusi ini dapat mengidentifikasi dan menginventarisasi pokok pikiran pengaturan perlindungan dan pengelolaan area dengan nilai konservasi tinggi pada kawasan perkebunan dan juga untuk mengidentifikasi peluang pengaturan perlindungan dan pengelolaan area dengan nilai konservasi tinggi pada kawasan perkebunan di Kalimantan Timur. “Program ini tidak berhenti sampai di diskusi ini saja, karena masih akan ada diskusi-diskusi lanjutan. Setelah itu, ide-ide pemikiran yang dihasilkan dari diskusi ini akan kami sampaikan kepada pemerintah provinsi,” ujarnya.

Terpisah, Dosen Fakultas Hukum Unmul sekaligus penyusun Rapergub, Dr Haris Retno SH,MH mengatakan, Rapergub ini merupakan usulan masyarakat sipil, terkait upaya perlindungan kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi (NKT) khususnya yang ada di kawasan perkebunan. “Dasar penyusunan adalah adanya amanat dari Perda 7 /2018 tentang Perkebunan Berkelanjutan pada pasal 55-58 yang mengatur bahwa, identifikasi kawasan yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi selanjutnya diatur dalam Peraturan Gubernur,” katanya.

Ia mengatakan, beberapa usulan masyarakat yang akan dibawa untuk menyusun Rapergub antara lain: Rapergub harus mengakomodir adanya peta indikatif kawasan NKT di Kaltim; Ketentuan pengelolaan kawasan NKT yang telah berizin tidak harus dikeluarkan dari izinnya, namun menjadi tanggung jawab pemegang izin; Pertimbangan NKT diintegrasikan dengan mekanisme AMDAL. Dan menurutnya, perlindungan NKT sangat penting secara ekonomi, sosial dan ekologi, dan keberlangsungan layanan alam mensyaratkan adanya perlindungan NKT.(*)

 

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2019/01/22/area-dengan-nilai-konservasi-tinggi-pada-kawasan-perkebunan-perlu-dilindungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *