PB Perkenalkan Paralegal Pada Masyarakat Paser, Mengkumpulkan Data dan Melakukan Investigasi

TANA PASER – Prakarsa Borneo (PB) bekerjasama Universitas Balikpapan (Uniba) dan University of Amsterdam melalui program Towards Inclusive Natural Resources Management In Indonesia (TIRAM), Selasa (26/2/2019) dan Rabu (27/2/2019), kembali menggelar pelatihan untuk masyarakat Kabupaten Paser.

Pelatihan ini menurut Trainer sekaligus Dosen Uniba Mohammad Nasir SH MH, sekaligus memperkenalkan apa itu Paralegal ke masyarakat Paser. “Pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dasar pada masyarakat ketika dihadapkan pada kasus perdata, pidana dan administrasi,” kata Nasir.

Apalagi yang tinggal di pelosok desa, lanjut Nasir, disamping akan sulit bertemu pengacara untuk konsultasi hukum karena jarak tempuh yang jauh, pengacara itu pun harus datang ke desa dalam rangka mengumpulkan data dan menginvestikasi kasus hukum yang ditanganinya.

Karena itu harus ada masyarakat yang bisa mengadvokasi permasalahan hukum di desanya. Tapi bukan sebagai pengacara, melainkan sebagai jembatan antara masyarakat dengan pengacara. Warga yang mampu memfasilitasi permasalahan hukum di desanya itulah yang disebut Paralegal.

“Pelatihan ini baru tahap awal. Kita berharap ada sejumlah peserta pelatihan yang akan menjadi Paralegal, yang diakui Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), jadi bisa membantu permasalahan hukum masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” ucapnya di lantai III Kyriad Sadurengas Hotel.

Selain di Kabupaten Paser, PB melalui program Towards Inclusive Natural Resources Management In Indonesia (TIRAM) memberikan pelatihan yang sama di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, bahkan beberapa diantaranya telah terbentuk komunitas Paralegal sebagai wadah diskusi kasus-kasus hukum.

Ketika ada kasus seperti masyarakat di lingkungan perusahaan belum mendapat kebun plasma, tambah Project Officer Peningkatan Kapasitas Masyarakat PB Yulita Lestiawati, maka Paralegal bisa membantu mengumpulkan data dan menginvestikasi, sesuai aturan hukum warga sekitar perusahaan memang berhak mendapat kebun plasma.

“Jadi Paralegal hanya sebatas membantu mengumpulkan data dan investigasi, tidak sampai bersidang seperti halnya pengacara, makanya peserta pelatihan kali ini lebih banyak dari pelatihan-pelatihan sebelumnya. Ada 45 orang, semula diperkirakan hanya 25 orang peserta pelatihan, seperti Kades, tokoh masyarakat/adat dan LSM,” kata Yulita menambahkan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul PB Perkenalkan Paralegal Pada Masyarakat Paser, Mengkumpulkan Data dan Melakukan Investigasi, http://kaltim.tribunnews.com/2019/02/28/pb-perkenalkan-paralegal-pada-masyarakat-paser-mengkumpulkan-data-dan-melakukan-investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *