Prakarsa Borneo dan Uniba Memaparkan Hasil Program Tiram untuk Membantu Masyarakat Adat di Kaltim

BALIKPAPAN – Fakultas Hukum (FH) Universitas Balikpapan (Uniba) bersama lembaga Penelitian Prakarsa Borneo (PB), menggelar Diseminasi Program Towards Inclusive Natural Resources Management In Indonesia (Tiram), di Conference Room, Universitas Balikpapan.

Rektor Uniba, Piatur Pangaribuan mengatakan, program Tiram ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kaltim terutama menyambut hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Karena program ini dapat memberikan pelajaran dibidang hukum kepada masyarakat.

“Menyambut IKN, banyak masyarakat yang khawatir hak ulayatnya tidak terakomodir. Dengan adanya program ini semoga tanah ulayat dan masyarakat adat bisa berada di tengah ibu kota dan tidak terpinggirkan. Jadi cukup waktu untuk kita, untuk mempersiapkan aturan-aturan sebelum adanya pembangunan IKN di Kaltim,” kata Piatur.

Ia mengatakan, masyarakat adat perlu mengerti tentang hukum. Ini, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menghadapi permasalahan hukum. “Seperti kita tahu di Kalimantan Timur banyak tanah adat yang sudah digusur dengan tambang, tergusur dengan perkebunan kelapa sawit dan lain-lain. Dan program ini memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menghadapi permasalah seperti ini,” terangnya.

Manajer Program Tiram, Mohamad Nasir memaparkan Implementasi Program Tiram di Kalimantan Timur. Ia menjelaskan, pada bulan Juni 2016, Fakultas Hukum Universitas Balikpapan bekerjasama dengan Prakarsa Borneo dan the Moving Matters Research Group of the Department of Anthropology Faculty of Social Sciences, University of Amsterdam, menjalankan program Tiram. Program ini didanai melalui Rule of Law (RoL) Fund Indonesia-Belanda Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, yang dikelola oleh International Development Law Organisation (IDLO). “Program ini bertujuan untuk mengembangkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” kata Nasir.

Pada acara diseminasi program Tiram ini, juga dihadiri Dewi Damayanti sebagai perwakilan IDLO Indonesia, Zulkarnaen Otoluwa, S.H. (DPMP Kabupaten Paser) yang berbicara dalam perspektif Pemerintah Daerah sebagai mitra, dan Dr Bruce Anzward (Dekan FH Universitas Balikpapan) sebagai perspektif Universitas.

“Acara ini untuk mendiskusikan dan mengevaluasi hasil-hasil program Tiram kepada pemangku kepentingan, dan juga untuk menyebarluaskan hasil-hasil program terutama dengan pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota, dan juga untuk membangun komitmen atas keberlanjutan program bersama pemangku kepentingan pasca program Tiram berakhir,” jelas Nasir.(*)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Uniba dan Prakarsa Borneo Memaparkan Hasil Program Tiram untuk Membantu Masyarakat Adat di Kaltim,

https://kaltim.tribunnews.com/2019/10/01/uniba-dan-prakarsa-borneo-memaparkan-hasil-program-tiram-untuk-membantu-masyarakat-adat-di-kaltim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *